.
Tampilkan postingan dengan label Cochlear Implant Limited Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cochlear Implant Limited Indonesia. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 April 2013

Cochlear Implant

PENDAHULUAN
  • Cochlear implant adalah sebuah alat elektronik kecil yang dapat membantu orang untuk mendengar. Implan ini biasanya digunakan pada orang yang tuli ataupun orang yang kesulitan mendengar. Implan cochlear tidak sama dengan hearing aid (alat bantu dengar) karena alat ini ditanamkan dengan pembedahan dan bekerja dengan cara yang berbeda.
  • Implan cochlear disebut juga telinga bionik.
fig 1

COCHLEAR IMPLANT
  • Tidak seperti alat bantu dengar/hearing aid, implan cochlear tidak memperkuat suara, akan tetapi bekerja secara langsung merangsang fungsi nervus auditorius didalam koklea menggunakan medan listrik.
  • Bagian implan cochlear ada dua: komponen eksternal yang bertempat di belakang telinga dan bagian kedua yang ditanamkan secara bedah dibawah kulit kepala (bagian temporal)
  • Bagian-bagian implan cochlear :
    • Eksternal
- Mikrofon
- Prosesor percakapan (speech processor)
- Transmitter
  • Internal
- Receiver (alat penerima) dan stimulator
- Susunan elektroda-elektroda
  • Fungsi masing2 bagian:
- Mikrofon → menangkap suara dari luar/lingkungan

- Speech processor → menyaring suara terutama suara yang dapat didengar dan mengirimkan sinyal suara elektrik melalui kabel tipis ke transmiter

- Transmiter → sebuah gulungan kawat yang ditahan oleh magnet, terletak dibelakang telinga luar, yang memancarkan sinyal suara yang telah diproses ke alat internal dengan menggunakan induksi elektromagnetik

- Receiver dan stimulator → yang mengubah sinyal menjadi impuls elektrik dan mengirimkannya melalui kabel internal ke elektroda-elektroda

- Sebuah susunan yang terdiri dari 22 elektroda yang membalut koklea, yang mengirimkan impuls ke nervus pada skala timpani dan langsung ke otak melalui sistem nervus auditorius
fig 2

SIAPA YANG MENGGUNAKAN COCHLEAR IMPLANT?

Walaupun kriterianya sedikit berbeda bagi anak & dewasa, namun didasarkan pada tuntunan yang sama :

- Pasien harus sepenuhnya atau hampir sepenuhnya tuli pada kedua telinga, dan hampir tidak membaik dengan alat bantu dengar / hearing aid.

- Pasien perlu dimotivasi. Setelah implan cochlear ditempatkan, mereka harus belajar bagaimana menggunakan alat dengan baik.

- Pasien membutuhkan harapan masuk akal yang nantinya akan muncul setelah pembedahan. Alat tersebut tidak mengembalikan atau menciptakan pendengaran normal.

- Anak-anak perlu dilibatkan dalam program yang membantu mereka belajar bagaimana memproses suara.

- Untuk menentukan apakah seorang pasien merupakan kandidat untuk implan cochlear, pasien harus melakukan evaluasi medis oleh dokter THT. Evaluasi ini termasuk dengan CT-scan atau MRI otak dan telinga bagian tengah dan dalam.

- Pasien (khususnya anak-anak) mungkin membutuhkan evaluasi psikologis untuk menentukan, apakah mereka kandidat yang baik atau bukan.

CARA KERJA
  • Pada telinga normal, udara dihantarkan melalui udara, menyebabkan membran timpani dan kemudian tulang telinga tengah bergetar. Cara ini mengirimkan gelombang getaran ke telinga bagian dalam. Gelombang ini oleh koklea diubah menjadi sinyal elektrik, yang dikirimkan ke sepanjang nervus auditorius ke otak.
  • Orang yang tuli tidak memiliki fungsi telinga dalam. Implan cochclear berusaha menggantikan fungsi telinga dalam dengan mengubah suara menjadi energi elektrik. Energi bentuk ini digunakan untuk merangsang nervus koklearis mengirimkan sinyal “suara” ke otak.
  • Kebanyakan implan cochlear bekerja menggunakan beberapa cara yang sama. Suara ditangkap oleh mikrofon yang terpasang pada telinga. Suara ini dikirimkan ke speech processor. Suara ini kemudian dianalisa dan diubah menjadi sinyal elektrik, yang dikirim pada receiver yang ditanam dibelakang telinga. Receiver ini mengirimkan sinyal melalui sebuah kabel kedalam telinga bagian dalam. Dari sana rangsangan elektrik dikirimkan ke otak.
OPERASI PEMASANGAN COCHLEAR IMPLANT
  • Alat ini ditanamkan melalui prosedur bedah dibawah anestesi umum, dan operasi biasanya membutuhkan waktu 1 ½ – 5 jam.
  • Pertama-tama area kecil kulit kepala yang letaknya langsung dibelakang telinga, dicukur dan dibersihkan. Kemudian dibuat sebuah insisi kecil pada kulit dibelakang telinga dan dilakukan pengeboran kedalam tulang mastoid dan telinga bagian dalam dimana susunan elektroda disisipkan kedalam koklea.
  • Pasien dapat langsung pulang, namun beberapa pasien membutuhkan rawat inap 1 – 2 hari di rumah sakit.
RESIKO PEMBEDAHAN
  • Implan cochlear merupakan prosedur pembedahan yang relatif aman. Namun sebagaimana semua pembedahan, tetap ada resiko yang memungkinkan. Komplikasi yang paling sering adalah masalah penyembuhan luka. Masalahnya termasuk kerusakan kulit disekitar tempat alat ditanamkan, infeksi di tempat pembedahan dan alat dapat keluar tanpa sengaja.
  • Komplikasi yang jarang terjadi :
- Kerusakan nervus yang membuat wajah miring pada sisi telinga yang dioperasi
- Bocornya cairan disekitar otak (cairan serebrospinal)
- Infeksi cairan disekitar otak (meningitis)
- Pusing sementara (vertigo)
- Alat gagal bekerja

PENYEMBUHAN SETELAH PEMBEDAHAN
  • Setelah bekas operasi sembuh, dan implan dihubungkan pada prosesor dan antena luar, maka dibutuhkan kerja sama dengan spesialis untuk belajar “mendengar” dan memproses suara menggunakan implan cochlear. Spesialis tersebut melibatkan :
- Ahli audiologi
- Terapis berbicara
- Dokter THT

Sumber :  http://ningrumwahyuni.wordpress.com/2009/09/17/cochlear-implant/

Apa kata Bpk. Bambang Hidayat tentang Cochlear Implant

Saya juga mempunyai anak 2 Tahun, Saya dan Istri saya baru sadar bahwa anak saya ke hilangan pendengaran sampai 105Decibel. Dan waktu itupun kami baru sadar waktu anak kami berumur 17 Bulan. singkatnya Paman saya yang bicara kenapa anak kamu Belum bisa bicara. Saat itu saya berfikir mungkin telat bicara. Tetapi saya juga penasaran untuk mengetahui perkembangan ank saya, saya sempet membawa Anak saya ke Dr anak, dan Dr Anak itupun bilang jangan Kwahatir mungkin dia telat bicara, Tapi saya belum puas dengan keputusan Dr Anak itu, Akhirnya saya membawa anak saya ke Rs Proklamasi dan waktu baru ketahuan Anak saya kehilangan pendengaran, jujur saya merasa kesal, kenapa anak saya tidak bisa mendengar seperti anak yang normal. Tapi saya terus bedoa. Tuhan memang saya tidak sanggup untuk menghadapi masalah seperti ini, Tapi Tuhan menjawab Doa saya dengan memberitahu tentang Rumah Siput. Yang saya cari dari Internet, Dan Akhirnya Ada seminar tentang Implant yang di adakan Oleh Kasoem, dan saya juga di undang untuk ikut seminar itu. Dan Akhirnya saya ketemu dengan Sandy Yang memegang Impalnt Di Indonesia. Di situ saya terbuka untuk implant. memang saat saya mendengar tentang biaya saya kaget, tapi saya akan lakukan demi anak saya. dan mudah – mudahan saya akan melakukan implant bulan oktober. Bagi anda yang mengalmi kasus seperti saya jangan pernah bersedih karna Tuhan Pasti punya rencana lain

Untuk Informasi masalah Impalnt Anda bisa email ke Implant@kasoem.co.id.
Saya pun banyak terimakasih kepada Orang2 Kasoem karna mereka melayani kami dengan baik dan ramah.

Sumber :  http://venny44.wordpress.com/2002/12/25/me-my-son-cochlear-implant/#comment-56